MENU Kamis, 24 Sep 2026

Pabrik Olahan Sabut Kelapa di Labuan Donggala Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp15 Miliar

waktu baca 3 menit
Minggu, 13 Sep 2026 11:53 487 Admin 1

DONGGALA PSNews.site – Pabrik pengolahan sabut kelapa di Desa Labuan, Kecamatan Labuan, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, dilanda kebakaran hebat pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 12.30 WITA.

 

Kobaran api dengan cepat meludeskan sebagian besar bangunan dan fasilitas produksi pabrik. Material sabut kelapa yang menjadi bahan baku utama produksi diduga membuat api cepat membesar dan sulit dikendalikan.

 

Berdasarkan keterangan salah satu pihak keluarga pabrik, Duta, kerugian akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp15 miliar. Kerugian tersebut mencakup bahan baku, mesin produksi, peralatan pendukung, hingga satu unit alat berat jenis loader.

“Kalau dihitung bahan baku dan mesin produksi, total kerugiannya hampir sekitar Rp15 miliar,” kata Duta saat memberikan keterangan.

 

Ia menjelaskan, sejumlah peralatan produksi yang terbakar di antaranya empat unit mesin press impor yang nilai keseluruhannya diperkirakan mencapai sekitar Rp8 miliar. Selain itu, terdapat satu set mesin crusher dan ayakan yang ditaksir sekitar Rp3,2 miliar.

 

Kerugian juga mencakup satu unit loader yang nilainya diperkirakan mencapai Rp600 juta, serta panel dan jaringan kabel listrik yang ditaksir sekitar Rp500 juta. Sementara bahan baku sabut kelapa yang berada di area pabrik disebut mengalami kerugian sekitar Rp3 miliar.

 

Duta mengungkapkan, kebakaran diduga pertama kali muncul dari bagian jaringan kabel listrik. Menurutnya, sejak malam sebelum kejadian, pihak pabrik telah menghubungi petugas terkait mengenai kondisi kelistrikan.

 

“Api pertama kali dari kabel di situ. Dari semalam kita sudah menghubungi orang listrik. Siang tadi tiba-tiba sudah menyala semuanya,” ujarnya.

 

Kobaran api kemudian dengan cepat menyebar ke area pabrik yang dipenuhi bahan baku sabut kelapa. Dalam waktu sekitar 30 menit, api disebut telah menghanguskan hampir 95 persen bagian pabrik beserta fasilitas produksinya.

 

Begitu mengetahui kejadian tersebut, pihak pabrik langsung menghubungi petugas pemadam kebakaran. Sejumlah armada dikerahkan untuk melakukan penanganan di lokasi.

 

Sedikitnya terdapat enam unit kendaraan pemadam yang terlibat dalam upaya pemadaman, di antaranya satu unit dari BPBD Kabupaten Donggala, dua unit dari Brimob, satu unit dari kepolisian, serta satu unit kendaraan pemadam dari Koperasi Desa Merah Putih dengan kapasitas tandon sekitar 500 liter.

 

Meski petugas telah melakukan respons cepat, kobaran api yang membesar dengan cepat membuat proses pemadaman berlangsung cukup sulit.

 

Tidak ada informasi mengenai korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sementara penyebab pasti kebakaran masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Pabrik pengolahan sabut kelapa tersebut diketahui milik seorang pengusaha bernama Riky. Pihak keluarga menyebut pemilik pabrik masih berusia sekitar 40-an tahun.

 

Saat ini, kerugian material akibat kebakaran masih dalam proses pendataan. Aparat terkait juga diharapkan melakukan pemeriksaan terhadap lokasi kejadian untuk memastikan penyebab kebakaran, termasuk dugaan gangguan atau korsleting pada jaringan listrik.

 

Liputan , Tzr

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA