MENU Kamis, 24 Sep 2026

Kadin Sulteng Dikukuhkan, Pemprov Dorong Hilirisasi SDA, Investasi dan Penguatan Ekspor

waktu baca 3 menit
Kamis, 17 Sep 2026 09:34 342 Admin 1

PALU PSNews.site – Ketua DPRD Sulawesi Tengah Arus Abdul Karim menghadiri acara pengukuhan dan pelantikan pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tengah periode 2026–2031.

 

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pemerintah daerah, pimpinan badan usaha dan industri, pelaku usaha, serta sejumlah undangan lainnya.

 

Dalam kesempatan itu, sambutan Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid disampaikan oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny A. Lamadjido.

 

Dalam sambutannya, Reny menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan Kadin, baik di tingkat pusat maupun daerah, guna memperkuat perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, Sulawesi Tengah memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar. Potensi tersebut tidak hanya berasal dari sektor pertambangan, khususnya nikel, tetapi juga pertanian, perkebunan dan perikanan.

“Kami sangat menghargai dan terus mendorong kolaborasi dengan Kadin, baik Kadin pusat maupun Kadin Sulawesi Tengah,” ujar Reny dalam sambutannya

Ia mengatakan, pemerintah daerah tengah mendorong modernisasi sektor pertanian melalui pengembangan cetak sawah dengan metode pertanian modern.

Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat posisi Sulawesi Tengah sebagai salah satu daerah penyangga pangan nasional.

Selain pertanian, Reny juga menyoroti besarnya potensi komoditas perkebunan dan buah-buahan Sulawesi Tengah.

Salah satunya adalah durian yang dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi komoditas ekspor.

“Ini yang harus kita kolaborasikan.

Selain nikel dan sektor lainnya, kita juga harus mengarahkan pengembangan perkebunan, pertanian dan perikanan,” katanya.

Reny juga menyampaikan bahwa Sulawesi Tengah memiliki potensi besar di sektor kelapa dan rumput laut. Pemerintah daerah, kata dia, siap menyambut investor yang ingin mengembangkan industri pengolahan komoditas tersebut.

“Kami welcome kalau ada investor yang mau masuk ke Sulawesi Tengah.

Yang penting investor bisa melakukan kegiatan sesuai aturan dan tidak dipersulit,” tegasnya.

Dorong Produk Bernilai Tambah

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga menargetkan peningkatan ekspor produk olahan, bukan sekadar mengandalkan ekspor bahan mentah atau produk setengah jadi.

Reny menekankan pentingnya hilirisasi agar nilai ekonomi komoditas daerah dapat dinikmati lebih besar oleh masyarakat Sulawesi Tengah.

“Kalau hanya dari mulut tambang, harganya berbeda.

Karena itu kita harus tingkatkan agar produk kita memiliki nilai tambah dan kualitas yang lebih baik,” ujarnya.

Ia kemudian mengungkapkan rencana pemerintah daerah menggelar pertemuan dengan sekitar 1.000 pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) se-Sulawesi Tengah pada 28 September mendatang.

Kegiatan tersebut akan diarahkan untuk mendorong pelaku UMKM agar mampu meningkatkan kapasitas produksi dan menembus pasar ekspor melalui program Berani Ekspor.

Reny berharap Kadin dapat mengambil peran strategis dalam mempertemukan pemerintah, dunia usaha dan investor sehingga berbagai potensi daerah dapat dikembangkan secara terintegrasi.

Menurutnya, sinergi tersebut penting untuk menciptakan iklim investasi yang sehat sekaligus membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pengembangan Kelapa dan Kakao

Dalam kesempatan itu, Reny juga menyinggung peluang pengembangan industri kelapa.

Menurutnya, Sulawesi Tengah memiliki potensi besar untuk menghasilkan berbagai produk turunan kelapa, mulai dari air kelapa, santan hingga produk olahan lainnya.

Pemerintah, kata dia, akan mendorong masyarakat yang memiliki lahan untuk mulai melakukan penanaman kelapa dengan dukungan bibit yang sesuai.

“Kalau ada bapak dan ibu yang punya lahan dan mempersiapkan bibitnya, silakan menanam. Kelapa ini akan menjadi salah satu bahan baku industri yang kita kembangkan,” jelasnya.

Selain kelapa, komoditas kakao juga dinilai memiliki prospek besar untuk dikembangkan melalui kerja sama pemerintah, Kadin dan dunia usaha.

Reny berharap kepengurusan Kadin Sulteng yang baru dapat menjadi motor penggerak dunia usaha sekaligus mitra strategis pemerintah dalam mempercepat pembangunan ekonomi daerah.

Ia menyampaikan ucapan selamat kepada Ketua Kadin Sulawesi Tengah bersama seluruh jajaran pengurus yang telah dikukuhkan untuk masa bakti 2026–2031.

“Selamat kepada seluruh pengurus yang telah dilantik. Mudah-mudahan kita bisa terus berkolaborasi, mendorong investasi dan meraih prestasi untuk Sulawesi Tengah,” pungkasnya.

Redaksi,Rudi Ch

Liputan ,Tzr

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA