PALU PSNews.site – Kepala SMP Negeri 2 Palu, Erik Ruben, S.Pd., M.Pd., menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memberikan dampak positif bagi peserta didik, terutama siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan gizi anak, tetapi juga menjadi penopang bagi sebagian siswa yang berangkat ke sekolah tanpa sempat makan di rumah.
“Masih ada beberapa siswa yang kami wawancarai mengaku tidak makan di rumah.
Dengan adanya program ini, mereka bisa mendapatkan makanan bergizi di sekolah,” kata Erik saat memberikan keterangan terkait pelaksanaan MBG di SMPN 2 Palu,Selasa,(7/7/26)
Ia menjelaskan, distribusi makanan bergizi di sekolahnya hingga kini masih berjalan dan dilayani oleh dapur penyedia yang telah ditetapkan pemerintah. Saat ini, sebanyak 1075 siswa menjadi penerima manfaat program tersebut.
Sementara itu, jumlah peserta didik baru pada tahun ajaran 2026/2027 mencapai sekitar 352 orang.
Erik mengatakan, penambahan kuota penerima MBG akan disesuaikan setelah seluruh data siswa baru masuk ke dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
“Kami akan menyesuaikan dengan data resmi di Dapodik agar jumlah penerima sesuai dengan kondisi riil di sekolah,” ujarnya.
Dari sisi kualitas layanan, Erik menilai menu makanan yang disediakan sejauh ini cukup baik dan memenuhi standar. Hingga saat ini, kata dia, belum ada keluhan dari siswa mengenai makanan yang disajikan.
Meski demikian, ia berharap variasi menu dapat terus ditingkatkan agar peserta didik tidak merasa jenuh. Pergantian jenis lauk secara berkala dinilai penting untuk menjaga minat siswa sekaligus memastikan asupan gizi tetap beragam.
Menurut Erik, keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis menjadi hal yang penting karena manfaatnya telah dirasakan langsung oleh siswa. Program tersebut diharapkan terus dilaksanakan sebagai bagian dari upaya mendukung kesehatan, tumbuh kembang, dan konsentrasi belajar peserta didik di sekolah.
“Harapan kami, program ini terus berlanjut sehingga anak-anak, khususnya yang berasal dari keluarga kurang mampu, tetap mendapatkan asupan gizi yang baik selama mengikuti proses pembelajaran,” katanya.
Liputan Redaksi : Safrudin
Tidak ada komentar