PALU PSNews.site – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Kerukunan Bubuhan Banjar (KBB) Sulawesi Tengah bersama KBB Kota Palu di Asrama Haji Palu, Jumat (18/9/2026) malam, tidak sekadar menjadi agenda keagamaan.
Di balik lantunan shalawat dan tausiah, kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat keberadaan warga Banjar di perantauan.
Sejumlah tokoh masyarakat dan pejabat daerah turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya mantan Gubernur Sulawesi Tengah H. Rusdy Mastura, jajaran pengurus KBB, Kepala Dinas Pendidikan Kota Palu Hardi, serta sejumlah pejabat dan undangan lainnya.
Ketua panitia dalam laporannya menyampaikan apresiasi kepada para donatur, warga Banjar dan seluruh pihak yang ikut mendukung terlaksananya kegiatan tersebut.
Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan Maulid Nabi bukan semata-mata hasil kerja panitia, tetapi buah dari gotong royong dan kepedulian seluruh warga.
“Dukungan dan kehadiran masyarakat menjadi bagian penting dalam menyukseskan kegiatan ini,” demikian disampaikan dalam laporan panitia.
Sementara itu, pengurus KBB Sulawesi Tengah menegaskan bahwa kegiatan keagamaan seperti Maulid Nabi akan terus dijadikan ruang untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus menjaga hubungan kekeluargaan warga Banjar.
Tak berhenti di Palu, KBB juga mulai menyiapkan pembentukan kepengurusan di Kabupaten Donggala.
Pembentukan kepengurusan tersebut ditargetkan dapat terealisasi paling lambat dalam tiga bulan mendatang, sebagai langkah memperluas jaringan organisasi dan memperkuat silaturahmi warga Banjar di wilayah Sulawesi Tengah.
Pengurus KBB berharap terbentuknya kepengurusan di Donggala dapat menjadi wadah bagi warga Banjar untuk saling mengenal, berkomunikasi, serta berkontribusi dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.
Peringatan Maulid kemudian diisi dengan pembacaan shalawat dan tausiah. Para jamaah diajak menjadikan keteladanan Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi KBB, Maulid bukan sekadar seremoni tahunan. Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa persaudaraan, kepedulian dan silaturahmi merupakan kekuatan utama untuk menjaga eksistensi warga Banjar di tanah rantau.
Liputan: Redaksi
Tidak ada komentar