MENU Kamis, 24 Sep 2026

BUMDes Kaliburu Kembangkan Ayam Petelur, Omzet Capai Rp24 Juta per Bulan

waktu baca 2 menit
Senin, 7 Sep 2026 16:40 322 Admin 1

DONGGALA PSNews.site – Pemerintah Desa Kaliburu, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala, terus mendorong pemanfaatan Dana Desa melalui program pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi desa.

Kepala Desa Kaliburu, Ansor M. Saleh, mengatakan salah satu program yang dikembangkan adalah pembangunan fasilitas MCK di sekitar sumber mata air.

Program tersebut diusulkan untuk menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mencegah pencemaran sumber air yang selama ini digunakan masyarakat.

Selain pembangunan MCK, Desa Kaliburu juga memberikan perhatian terhadap pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), khususnya sektor peternakan ayam petelur.

Ketua Sekretaris BUMDes Kaliburu, Sani Asy’ari, menjelaskan usaha ayam petelur mulai memberikan hasil meski masih dalam tahap pengembangan.

Saat ini terdapat sekitar 591 ekor ayam produktif dengan produksi rata-rata sekitar 510 butir telur per hari.

Dengan harga telur yang berada di kisaran Rp40 ribu hingga Rp50 ribu per rak, omzet kotor usaha tersebut diperkirakan dapat mencapai sekitar Rp24 juta per bulan. Setelah dikurangi biaya pakan dan operasional yang mencapai sekitar Rp20 juta per bulan, keuntungan bersih diperkirakan sekitar Rp4 juta.

Sani mengatakan, sebagian keuntungan BUMDes nantinya dikembalikan kepada desa sesuai ketentuan yang berlaku, sementara sebagian lainnya digunakan untuk penguatan usaha dan pembagian hasil kepada pengelola.

Namun, pengembangan usaha masih menghadapi kendala, terutama tingginya biaya pakan karena pasokan masih didatangkan dari Kota Palu.

BUMDes berharap adanya bantuan mesin pencampur pakan agar biaya produksi dapat ditekan dan keuntungan usaha meningkat.

Dari sisi pemasaran, Sani menyebut permintaan telur saat ini cukup tinggi.

Bahkan, BUMDes telah memiliki sejumlah pelanggan tetap, sehingga produksi yang ada belum sepenuhnya mampu memenuhi permintaan pasar.

“Sekarang pelanggan sudah ada, bahkan permintaan lebih besar dibanding produksi. Karena itu, ke depan kapasitas kandang dan produksi perlu ditambah,” ujarnya.

BUMDes Kaliburu juga mulai mengembangkan pola kolaborasi dengan kegiatan desa, termasuk memberikan kontribusi melalui penyesuaian harga jual telur untuk mendukung kegiatan sosial dan pembangunan desa.

Liputan: Tzr

Editor : Safrudin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA