MENU Kamis, 24 Sep 2026

Pendiri Relawan Merah Putih Dorong Petani Donggala Tingkatkan Kesejahteraan melalui Koperasi

waktu baca 3 menit
Kamis, 27 Agu 2026 15:15 245 Admin 1

Donggala, PSNews.site — Pendiri Relawan Merah Putih (RMP), Ronny Tanusaputra, mendorong penguatan sektor pertanian sebagai salah satu upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.

Hal itu disampaikan Ronny saat memberikan pemaparan di hadapan camat, kepala desa, kelompok tani, serta para petani,pertemuan tersebut dilaksanakan diruang polibua komplek kantor camat di Desa Labuan kecamatan labuan kabupaten Donggala,kamis 27/8/26.

Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan kehadirannya bukan dalam kapasitas sebagai suami Bupati Donggala, melainkan sebagai pembina Koperasi Relawan Merah Putih.

“Saya hadir di sini sebagai pembina daripada Koperasi Relawan Merah Putih, bukan sebagai suami Ibu Bupati,” tegas Ronny.

Menurut Ronny, gagasan pemberdayaan masyarakat melalui RMP sebenarnya telah dirintis sejak 2021.

Organisasi tersebut awalnya dibentuk pada masa bencana untuk menghimpun bantuan dan membantu masyarakat yang terdampak.

Dalam perkembangannya, ia melihat masih banyak petani dan pelaku UMKM yang belum memperoleh penghasilan layak untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Ronny menilai persoalan kesejahteraan masyarakat tidak cukup diselesaikan hanya melalui bantuan pemerintah.

Diperlukan program yang mampu menciptakan sumber pendapatan berkelanjutan sehingga masyarakat dapat berdiri secara mandiri.

“Bagaimana agar masyarakat ini bisa mendapatkan penghasilan yang layak, bukan menjadi kaya dulu,” ujarnya.

Ia mencontohkan, penghasilan Rp100 ribu per hari belum tentu mencukupi seluruh kebutuhan rumah tangga.

Setelah dikurangi biaya listrik, air, kebutuhan pangan dan kebutuhan lainnya, pendapatan tersebut masih sangat terbatas.

Kondisi itu, menurutnya, menjadi salah satu alasan masyarakat terpaksa memanfaatkan layanan pinjaman atau gadai ketika membutuhkan uang secara cepat,”Jelas Ronny.

Ronny juga menyoroti besarnya potensi sektor pertanian di Donggala. Ia menyebut sebagian besar masyarakat menggantungkan penghasilan pada sektor pertanian dan perikanan, namun masih banyak petani yang belum mampu meningkatkan taraf hidupnya.

“Donggala ini hampir 70 persen penghasilannya petani dan nelayan.

Tetapi kita lihat petani kita belum pernah benar-benar sejahtera,” katanya.

Ia menilai persoalan modal bukan satu-satunya kendala. Bantuan yang diberikan pemerintah terkadang tidak mampu menyelesaikan persoalan apabila tidak diikuti dengan pendampingan dan pengelolaan usaha yang baik.

Menurutnya, bantuan berupa barang atau modal yang langsung diberikan kepada masyarakat berpotensi dijual kembali ketika penerima sedang membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Karena itu, Ronny mengajak pemerintah kecamatan, pemerintah desa, kelompok tani dan masyarakat untuk bersama-sama mencari pola pemberdayaan yang mampu menghasilkan pendapatan secara berkelanjutan,”Jelasnya

Ia juga mengingatkan para kepala desa mengenai tanggung jawab moral dalam menjalankan amanah yang diberikan masyarakat melalui pemilihan kepala desa.

“Jangan hanya berpikir ADD dan DD. Kalian ini sama dengan bupati, dipilih rakyat dan disumpah. Salah satunya adalah bagaimana menjalankan amanah untuk kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

” Ronny menegaskan pembangunan infrastruktur harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, pembangunan jalan maupun gedung tidak akan memberikan dampak maksimal apabila masyarakat masih kesulitan memenuhi kebutuhan hidup.

“Percuma kita bangun jalan, percuma bangun gedung kalau masyarakat tidak sejahtera,” tegasnya.

Sebagai langkah awal, Ronny menyampaikan pihaknya akan mendorong pemberdayaan petani melalui komoditas jagung.

Jagung dipilih karena dinilai relatif mudah dibudidayakan dan memiliki masa panen sekitar empat bulan.

Ia berharap program tersebut dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk membangun kemandirian ekonomi petani sekaligus memperkuat peran koperasi dalam mendukung aktivitas produksi, pemasaran, dan peningkatan pendapatan masyarakat.

Ronny mengajak seluruh pihak untuk tidak menjadikan program pemberdayaan sebagai sekadar bantuan sesaat, tetapi sebagai gerakan bersama untuk menciptakan masyarakat Donggala yang lebih mandiri dan sejahtera.

Liputan,; Tzr

Editor : R

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA