MENU Kamis, 24 Sep 2026

Susana Vanderkley Siap Maju dari Sigi pada 2030: Pengabdian untuk Rakyat Harus dari Hati

waktu baca 3 menit
Sabtu, 5 Sep 2026 04:02 285 Admin 1

PALU – PSNews.site — Ibu Susana Vanderkley menyampaikan niatnya untuk maju mewakili wilayah Kabupaten Sigi pada tahun 2030. Niat tersebut, menurutnya, bukan semata-mata untuk kepentingan pribadi, melainkan sebagai bentuk keinginan untuk menyelaraskan aspirasi dan kebutuhan masyarakat.

 

Susana menegaskan, pengabdian kepada masyarakat seharusnya dilakukan dengan ketulusan tanpa mengharapkan imbalan atas apa yang telah diberikan.

 

> “Insya Allah saya akan maju dari wilayah Kabupaten Sigi pada 2030. Rakyat Indonesia ini untuk menyelaraskan semua apa yang menjadi niat-niat kami. Insya Allah ke depan, menjadi bukan untuk semata-mata melayani,” ujarnya.

 

Ia juga mengingatkan bahwa setiap bentuk bantuan dan pelayanan kepada masyarakat hendaknya dilakukan dengan keikhlasan.

 

> “Jangan pernah mengharap untuk kembali ketika kita memberi. Jangan pernah mengharap kembali. Jadi, apa yang kita berikan kepada rakyat semata-mata itu dari hati kita, bukan karena ingin mempublikasikan diri sendiri,” tuturnya.

 

Susana mengatakan, kepeduliannya terhadap masyarakat sebenarnya telah dilakukan jauh sebelum kegiatan **Istigasah** digelar. Ia mengaku selama ini aktif melakukan berbagai kegiatan sosial di tengah masyarakat, namun tidak selalu dipublikasikan.

 

Menurutnya, pengalaman sebagai aktivis perempuan di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah juga menjadi bagian dari perjalanan dirinya dalam memahami kehidupan masyarakat, khususnya di Kabupaten Sigi.

 

Beberapa tahun lalu, Susana mengaku telah mengunjungi sejumlah desa di Kabupaten Sigi, termasuk wilayah-wilayah terpencil. Dalam perjalanan tersebut, ia banyak mendapatkan cerita dan pengetahuan dari masyarakat, termasuk mengenai sejarah dan pengalaman masyarakat Lindu yang disampaikan menggunakan bahasa Kaili atau bahasa daerah setempat.

 

Cerita-cerita tersebut kemudian ia pelajari dan narasikan kembali dalam bahasa Ledo. Ia juga menyebut telah mengunjungi sejumlah wilayah hingga ke desa-desa terpencil di Kabupaten Sigi.

 

> “Saya sudah melakukan banyak kegiatan di masyarakat, tetapi saya tidak pernah mempublikasikannya,” katanya.

 

### **Terinspirasi Sosok H. Rusdy Mastura**

 

Dalam kesempatan tersebut, Susana juga menyampaikan kekagumannya terhadap sosok **H. Rusdy Mastura atau yang akrab disapa Om Cudy**.

 

Ia menilai sosok Om Cudy merupakan figur yang memiliki kepedulian terhadap masyarakat dan senantiasa meringankan tangan untuk membantu warga.

 

Menurut Susana, Om Cudy juga kerap memberikan nasihat dan mengajarkan pentingnya berbagi kepada sesama, salah satunya melalui sedekah.

 

> “Saya merasa kagum melihat sosok figur orang tua kita yang sangat meringankan tangan kepada masyarakatnya, yaitu Om Cudy. Beliau selalu merangkul dan sering mengajarkan kepada kami bahwa yang paling utama adalah bersedekah,” ungkapnya.

 

Atas keteladanan tersebut, Susana menyatakan keinginannya untuk mengikuti nilai-nilai pengabdian yang selama ini ia lihat dari H. Rusdy Mastura.

 

> “Insya Allah ke depan saya akan mengikuti H. Rusdy Mastura (Om Cudy),” ujarnya.

 

Susana berharap, apabila nantinya mendapat kesempatan untuk duduk dalam jabatan yang dipercayakan masyarakat, ia dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan tetap bersama masyarakat yang memberikan dukungan.

 

Ia menegaskan, komitmen tersebut bukan sekadar janji, karena menurutnya panggilan untuk berbuat bagi masyarakat telah tumbuh dalam dirinya jauh sebelum adanya kegiatan Istigasah.

Liputan : Tezar

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA