MENU Kamis, 24 Sep 2026

Program Berani Dorong Penguatan Perikanan dan Kesejahteraan Nelayan di Sulawesi Tengah

waktu baca 4 menit
Kamis, 10 Sep 2026 18:43 39 Admin 1

PALU PSNews.site – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus mendorong penguatan sektor kelautan dan perikanan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat. Upaya tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas nelayan, pembudidaya ikan, pelaku usaha pengolahan hasil perikanan, sekaligus menekan angka kemiskinan masyarakat pesisir.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pengelolaan Produksi Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulawesi Tengah, Moh Syafar DB, dalam jumpa pers terkait Program Berani yang digelar di Café Tanaris, Jalan Ir. H. Juanda, Kota Palu, Kamis (10/9/2026).

Syafar menjelaskan, DKP Sulawesi Tengah memiliki sejumlah bidang yang saling mendukung dalam pelaksanaan program pemerintah, khususnya yang berkaitan langsung dengan pemberdayaan masyarakat pesisir dan peningkatan ekonomi sektor perikanan.

Menurutnya, dua bidang yang memiliki keterkaitan erat dengan pelaksanaan Program Berani adalah bidang perikanan tangkap dan perikanan budidaya. Sementara bidang lainnya berperan dalam pengelolaan ruang laut, kerja sama pemanfaatan wilayah pesisir serta pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan.

“Bidang pengawasan lebih banyak bergerak pada peningkatan kepatuhan pelaku usaha dan pengawasan sumber daya laut. Sedangkan kami di bidang perikanan tangkap lebih banyak melakukan pembinaan kepada masyarakat nelayan,” jelasnya.

Ia mengatakan, program pemberdayaan yang dijalankan pemerintah provinsi tidak hanya menyasar kelompok nelayan, tetapi juga masyarakat yang bergerak di sektor budidaya, pengolahan hasil perikanan, usaha garam hingga rehabilitasi kawasan pesisir dan mangrove.

Syafar menyebut, Program Berani yang telah berjalan selama beberapa tahun tersebut merupakan salah satu bentuk keberlanjutan kebijakan pemerintah daerah dalam memberikan akses dan dukungan kepada masyarakat.

Menurutnya, program tersebut tidak semata-mata diarahkan kepada satu kelompok masyarakat tertentu, melainkan menyentuh berbagai lapisan masyarakat, termasuk sektor pendidikan keagamaan dan kelompok masyarakat lainnya.

Bantuan Armada dan Sarana Nelayan

Dalam dua tahun terakhir, DKP Sulawesi Tengah juga terus menyalurkan bantuan sarana dan prasarana bagi masyarakat nelayan.

Salah satu bentuk dukungan tersebut berupa pengadaan motor tempel untuk armada nelayan skala kecil. Bantuan itu disalurkan kepada kelompok nelayan di berbagai kabupaten/kota di Sulawesi Tengah.

Selain motor tempel, pemerintah juga memberikan dukungan berupa perahu tanpa motor serta berbagai sarana penunjang kegiatan penangkapan ikan.

Kebijakan tersebut dinilai penting mengingat sebagian besar nelayan di Sulawesi Tengah masih menggunakan armada skala kecil, sehingga peningkatan kapasitas peralatan menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan mereka.

“Armada yang menjadi sasaran kami terutama kapal-kapal kecil. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan nelayan dalam melakukan aktivitas penangkapan ikan sehingga berdampak terhadap pendapatan keluarga,” ujarnya.

Syafar menambahkan, intervensi pemerintah juga diarahkan kepada masyarakat yang masuk dalam kategori keluarga miskin.

Hal ini dilakukan karena sektor perikanan memiliki peran strategis dalam upaya pengentasan kemiskinan, terutama di wilayah pesisir dan kepulauan.

Budidaya dan Pengolahan Hasil Perikanan

Selain perikanan tangkap, DKP Sulawesi Tengah juga memberikan perhatian besar terhadap sektor perikanan budidaya.

Program tersebut mencakup bantuan sarana produksi, pengembangan kelompok pembudidaya ikan, peningkatan konsumsi ikan serta dukungan terhadap rumah tangga yang menjalankan usaha berbasis perikanan.

Pemerintah juga mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pengolahan hasil perikanan agar produk lokal memiliki daya saing lebih tinggi dan mampu menembus pasar yang lebih luas.

Menurut Syafar, pelaku usaha yang mendapatkan dukungan diarahkan untuk memenuhi standar kelayakan pengolahan sehingga produk yang dihasilkan tidak hanya dapat dipasarkan secara lokal, tetapi juga memiliki peluang untuk berkembang ke pasar yang lebih besar.

“Produk yang dihasilkan harus memenuhi standar kelayakan dan mampu dipasarkan.

Karena itu, pembinaan kepada UMKM tidak hanya menyangkut bantuan sarana, tetapi juga bagaimana mereka mampu mengelola produk dengan baik,” katanya.

DKP juga menjalankan program pengembangan komoditas budidaya, termasuk pengembangan kelompok pembudidaya serta penyediaan sarana pendukung produksi.

Pengawasan Sumber Daya Laut Diperkuat

Di sisi lain, pemerintah provinsi memperkuat fungsi pengawasan terhadap pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan.

Pengawasan diarahkan untuk meningkatkan kepatuhan pelaku usaha serta memastikan aktivitas pemanfaatan sumber daya laut dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

Syafar menegaskan, pembinaan dan pengawasan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan Sulawesi Tengah.

“Pengawasan bukan hanya soal penindakan, tetapi bagaimana meningkatkan kepatuhan pelaku usaha dan masyarakat agar sumber daya kelautan tetap terjaga dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan,” tuturnya.

Ia berharap berbagai program yang telah dilaksanakan dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produksi, pendapatan masyarakat dan kesejahteraan nelayan.

Pemerintah juga terus mendorong peningkatan produksi perikanan tangkap dan budidaya sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor ekonomi daerah.

“Harapan kami, seluruh dukungan yang diberikan pemerintah dapat benar-benar dimanfaatkan kelompok penerima.

Dengan begitu, produktivitas meningkat, pendapatan masyarakat bertambah dan tujuan utama program untuk meningkatkan kesejahteraan bisa tercapai,” pungkasnya.

Liputan : Rudi Ch

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA