MENU Sabtu, 08 Agu 2026

Dua Siswa SMKN 3 Palu Selesai Jalani Rehabilitasi BNN, Sekolah Perkuat Pengawasan dan Pembinaan

waktu baca 2 menit
Rabu, 5 Agu 2026 12:51 191 Admin 1

Palu PSNews.site – Upaya pencegahan dan penanganan penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar terus menjadi perhatian serius.

 

SMK Negeri 3 Palu bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palu melakukan langkah pembinaan terhadap dua siswanya yang sebelumnya dinyatakan positif menggunakan narkotika berdasarkan hasil tes urine yang dilaksanakan beberapa bulan lalu.

 

Kepala SMKN 3 Palu, H.Hamka, S.Pd., mengatakan bahwa kedua siswa tersebut telah menjalani program rehabilitasi dan pembimbingan selama empat bulan di BNN Kota Palu.

 

Selama mengikuti proses rehabilitasi, keduanya tetap mendapatkan hak untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah dengan pendampingan dari guru serta dukungan penuh dari orang tua.

 

“Selama menjalani pembimbingan di BNN, kedua siswa tetap mengikuti pelajaran di sekolah.

 

Kami bersama guru dan orang tua terus memberikan pendampingan agar mereka dapat kembali menjalani kehidupan belajar secara normal,” ujar Hamka,Rabu,5/8/26.

 

Menurutnya, faktor penyalahgunaan narkotika di kalangan remaja umumnya dipengaruhi oleh persoalan lingkungan pergaulan maupun masalah dalam keluarga.

 

Kondisi tersebut menjadi celah yang kerap dimanfaatkan oleh jaringan pengedar narkotika dengan menjadikan remaja sebagai sasaran utama.

 

Hamka menegaskan, sekolah tidak hanya memberikan sanksi, tetapi lebih mengedepankan pendekatan pembinaan dan pemulihan agar para siswa memiliki kesempatan memperbaiki diri.

 

Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil evaluasi BNN, kedua siswa tersebut kini telah dinyatakan bebas dari ketergantungan narkotika.

 

Meski demikian, pihak sekolah akan terus melakukan pemantauan dan pembinaan secara berkelanjutan untuk memastikan keduanya tidak kembali terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.

 

“Alhamdulillah, hasil rehabilitasi menunjukkan perkembangan yang sangat baik.

 

Mereka telah dinyatakan berhenti dari ketergantungan narkotika.

 

Namun, kami tetap melakukan pemantauan dan memberikan bimbingan agar mereka dapat fokus menyelesaikan pendidikan,” tambahnya.

 

Pihak sekolah juga mengajak seluruh orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap pergaulan anak di luar lingkungan sekolah.

 

Selain itu, edukasi mengenai bahaya narkotika akan terus diperkuat melalui berbagai kegiatan sosialisasi sebagai langkah pencegahan sejak dini.

 

Kasus tersebut menjadi pengingat bahwa penyalahgunaan narkotika di kalangan remaja memerlukan penanganan bersama antara sekolah, keluarga, masyarakat, dan aparat terkait. Pendekatan rehabilitasi dan pembinaan diharapkan mampu menyelamatkan masa depan generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkoba.

Liputan : Rudi.Ch

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA