MENU Kamis, 24 Sep 2026

Kasus Stunting di Labuan Masih 21 Persen, Puskesmas Perkuat Intervensi dan Kolaborasi Lintas Sektor

waktu baca 2 menit
Kamis, 27 Agu 2026 07:24 97 Admin 1

Donggala PSNews.site – 27 Agustus 2026 — Angka kasus stunting di wilayah Kecamatan Labuan, Kabupaten Donggala, masih tergolong tinggi. Berdasarkan data terakhir, prevalensi stunting di wilayah kerja UPTD Puskesmas Labuan tercatat sekitar 21 persen.

Hal tersebut disampaikan Penjabat Kepala UPTD Puskesmas Labuan, dr. Muhammad Ikhsan, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (27/8/2026).

Ia mengatakan, meskipun angka tersebut masih cukup tinggi, pihaknya terus melakukan berbagai langkah intervensi untuk menekan angka stunting. Upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah desa, aparat setempat, tenaga kesehatan, dokter di puskesmas, hingga rumah sakit.

“Angka terakhir 21 persen, jadi masih agak tinggi. Namun, intervensi tetap kami lakukan dengan berkoordinasi dengan pihak aparat desa, dokter-dokter, puskesmas, serta tindak lanjut ke rumah sakit di tujuh desa,” ujar dr. Muhammad Ikhsan.

Menurutnya, salah satu langkah penting dalam pencegahan stunting adalah meningkatkan pemantauan terhadap tumbuh kembang bayi dan balita melalui kegiatan Posyandu yang dilaksanakan di desa-desa.

Pemantauan secara rutin dinilai penting untuk mengetahui perkembangan berat badan dan kondisi kesehatan anak sejak dini, sehingga apabila ditemukan adanya masalah pertumbuhan, dapat segera dilakukan penanganan.

Selain pemantauan melalui Posyandu, Puskesmas Labuan juga menjalankan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi ibu hamil, khususnya yang berisiko, serta bayi dan balita yang mengalami masalah berat badan maupun kekurangan gizi.

Program tersebut diarahkan untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi ibu dan anak dengan pemberian makanan bergizi sesuai kebutuhan.

“Program PMT diberikan kepada ibu-ibu hamil yang berisiko dan juga kepada bayi-bayi yang membutuhkan asupan gizi. Ini dilakukan agar berat badan bayi yang kurang dapat diperbaiki dan kebutuhan gizinya terpenuhi,” jelasnya.

Dr. Muhammad Ikhsan menambahkan, penanganan stunting tidak dapat dilakukan oleh Puskesmas secara sendiri. Karena itu, koordinasi dengan rumah sakit dan dokter menjadi bagian penting dalam memastikan anak maupun ibu hamil yang membutuhkan penanganan lebih lanjut mendapatkan pelayanan kesehatan yang tepat.

Data yang diperoleh dari Posyandu dan Puskesmas juga terus dikoordinasikan dengan tenaga medis, termasuk dokter di rumah sakit, terutama untuk kasus yang memerlukan pemeriksaan dan penanganan lanjutan.

“Semua data kami koordinasikan dengan dokter yang ada di Puskesmas dan dokter di rumah sakit. Kami juga memberikan perhatian terhadap anak-anak dan bayi yang mengalami kekurangan gizi serta ibu hamil,” katanya.

Ia berharap keterlibatan pemerintah desa, tenaga kesehatan, keluarga, serta masyarakat dapat semakin diperkuat dalam upaya menurunkan angka stunting di Kecamatan Labuan.

Dengan pemantauan tumbuh kembang yang rutin, pemberian makanan bergizi, serta penanganan secara cepat terhadap kelompok berisiko, diharapkan angka stunting di wilayah tersebut dapat terus ditekan.

Penulis: Tzr

Editor : R

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA