MENU Kamis, 24 Sep 2026

Asisten III Bacakan Sambutan Bupati Donggala, Aksi Bergizi Nasional 2026 Perkuat Pencegahan Stunting dan Anemia

waktu baca 4 menit
Kamis, 3 Sep 2026 08:51 427 Admin 1

DONGGALA PSNews.site – Pemerintah Kabupaten Donggala menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan generasi muda melalui pelaksanaan Gerakan Aksi Bergizi Nasional Tahun 2026 yang dilaksanakan di Labuan Induk, Kecamatan Labuan, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Kamis (3/9/2026).

 

Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, S.E., dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Asisten III Setda Kabupaten Donggala, Drs. Isngadi, M.AP, yang membacakan sambutan resmi Bupati.

 

Dalam penyampaiannya, Isngadi menjelaskan bahwa Bupati Donggala berhalangan hadir karena menjalankan agenda penting lainnya, termasuk mendampingi tim dari Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam memastikan titik lokasi program Kampung Nelayan.

 

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Donggala tetap memberikan perhatian serius terhadap pelaksanaan Gerakan Aksi Bergizi Nasional sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia remaja.

 

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Donggala, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah, Kantor Urusan Agama Kecamatan Labuan, Camat Labuan, UPT Puskesmas, unsur kepolisian dan TNI, kepala sekolah, jajaran pendidikan serta para pelajar.

 

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Asisten III, disebutkan bahwa pembangunan kesehatan merupakan salah satu pilar utama dalam mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas.

 

Upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, menurut Bupati, harus dilakukan secara komprehensif dan berkesinambungan, termasuk dimulai sejak usia remaja sebagai generasi penerus bangsa.

 

“Remaja putri memiliki peran yang sangat strategis karena kelak akan menjadi calon ibu yang menentukan kualitas generasi berikutnya.

 

Oleh karena itu, intervensi kesehatan dan gizi pada kelompok remaja putri menjadi sangat penting dan tidak dapat diabaikan,” demikian salah satu poin dalam sambutan tersebut.

 

Pemerintah Kabupaten Donggala juga menaruh perhatian terhadap persoalan stunting dan anemia.

 

Berdasarkan data yang disampaikan dalam sambutan, prevalensi stunting di Kabupaten Donggala pada tahun 2026 tercatat sebesar 16,93 persen, atau berada di bawah target nasional sebesar 17,5 persen.

 

Meski demikian, capaian tersebut dinilai masih membutuhkan perhatian dan kerja bersama seluruh pihak agar angka stunting dapat terus ditekan.

Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap risiko stunting adalah anemia, khususnya pada remaja putri dan ibu hamil.

 

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023 serta proyeksi tahun 2024 hingga 2025, anemia masih menjadi persoalan kesehatan serius di Indonesia, dengan prevalensi pada remaja putri berada pada kisaran 15,5 hingga 32 persen, sementara pada ibu hamil mencapai sekitar 35,5 persen.

 

Di Kabupaten Donggala, persentase remaja putri yang mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) pada tahun 2025 mencapai 85,45 persen, melampaui target nasional sebesar 65 persen.

 

Capaian tersebut menjadi modal penting bagi pemerintah daerah dalam memperkuat upaya pencegahan anemia sejak usia remaja.

 

Melalui Gerakan Aksi Bergizi, para pelajar diharapkan semakin memahami pentingnya menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.

 

Kegiatan ini mendorong pembiasaan sarapan bergizi, peningkatan edukasi gizi, konsumsi Tablet Tambah Darah bagi remaja putri serta aktivitas fisik secara rutin.

 

Sarapan bergizi dinilai dapat meningkatkan konsentrasi dan produktivitas belajar, sementara edukasi gizi memperkuat pemahaman generasi muda mengenai pentingnya pola makan sehat dan seimbang.

 

Di sisi lain, konsumsi Tablet Tambah Darah menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah anemia, sedangkan aktivitas fisik secara rutin membantu menjaga kebugaran jasmani.

“Seluruh rangkaian kegiatan tersebut merupakan satu kesatuan dalam membentuk generasi yang sehat, kuat dan berkualitas,” demikian disampaikan dalam sambutan Bupati Donggala.

 

Selain kegiatan edukasi, momentum Gerakan Aksi Bergizi Nasional 2026 juga dirangkaikan dengan penandatanganan komitmen bersama lintas sektor.

 

Komitmen tersebut melibatkan Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, kepala desa, koordinator wilayah, perangkat desa serta berbagai unsur terkait lainnya.

 

Penandatanganan komitmen bersama ini menjadi wujud nyata keseriusan dan tanggung jawab seluruh pihak dalam mendukung perbaikan gizi masyarakat, khususnya bagi kelompok remaja putri.

 

Pemerintah Kabupaten Donggala menegaskan bahwa persoalan gizi tidak dapat diselesaikan oleh satu sektor saja, melainkan membutuhkan kolaborasi, integrasi dan sinergi seluruh pemangku kepentingan.

 

Melalui Gerakan Aksi Bergizi Nasional Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Donggala berharap kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap pentingnya kesehatan dan gizi terus meningkat sebagai bagian dari upaya menciptakan generasi yang sehat, produktif dan mampu menjadi penerus pembangunan daerah maupun bangsa.

 

Liputan, ; Tzr

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA