MENU Kamis, 20 Agu 2026

Digitalisasi Sistem Pembayaran Jadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Tengah

waktu baca 2 menit
Selasa, 11 Agu 2026 13:22 129 Admin 1

PALU PSNews.site — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mendorong percepatan digitalisasi sistem pembayaran sebagai salah satu strategi memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido,M.Kes  , dalam sambutannya pada kegiatan bertema “Akselerasi Ekonomi Daerah dan Pertumbuhan Berkelanjutan” yang berlangsung di Palu, Selasa (11/8/2026).

Reny A. Lamadjido menegaskan, perluasan penggunaan transaksi digital tidak hanya memberikan kemudahan bagi masyarakat, tetapi juga membuka peluang yang lebih besar bagi pelaku usaha untuk mengembangkan bisnisnya.

“Transaksi yang cepat, mudah, aman, dan efisien akan semakin mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar dr.Reny. dalam sambutannya.

Menurutnya, digitalisasi sistem pembayaran juga memberikan manfaat bagi pelaku usaha dalam melakukan pencatatan transaksi secara lebih baik.

Data transaksi yang terdokumentasi dengan baik dinilai dapat membantu pelaku usaha memperluas akses pasar sekaligus membuka peluang memperoleh pembiayaan.

Karena itu, Reni mengajak seluruh pelaku usaha di Sulawesi Tengah untuk terus meningkatkan kemampuan dalam memanfaatkan perkembangan teknologi keuangan.

“Kita ingin membangun ekonomi digital yang cepat, tetapi tetap aman, modern, dan inklusif,” tegasnya.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada forum diskusi semata, tetapi mampu melahirkan gagasan-gagasan baru yang inovatif serta memperkuat jejaring dan membuka peluang ekonomi baru bagi Sulawesi Tengah.

Apresiasi untuk Bank Indonesia

Dalam kesempatan tersebut, Reny juga menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia yang dinilai terus berperan dalam mendorong perluasan digitalisasi sistem pembayaran dan penguatan ekosistem ekonomi daerah.

Reny mengungkapkan, meskipun agenda tersebut sedianya dapat diwakilkan karena Gubernur Sulawesi Tengah tidak berada di tempat, dirinya tetap memilih hadir karena menganggap Bank Indonesia merupakan bagian penting dalam pembangunan ekonomi daerah.

“Karena Bank Indonesia adalah bagian dari saya, saya tidak bisa meninggalkan,” kata Reni.

Ia menilai sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, perbankan, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting untuk mempercepat transformasi ekonomi Sulawesi Tengah.

” Reni berharap kolaborasi tersebut terus diperkuat sehingga digitalisasi tidak hanya berkembang di sektor pemerintahan dan perbankan, tetapi juga semakin luas diterapkan oleh pelaku usaha hingga masyarakat.

“Semoga kegiatan ini melahirkan gagasan-gagasan baru yang inovatif, jejaring baru, dan peluang-peluang baru bagi Sulawesi Tengah,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah unsur pemerintah daerah, perwakilan Bank Indonesia, BPJS, perbankan, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), pelaku usaha, serta tamu undangan lainnya.

Liputan,: Rudi Ch

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA