MENU Kamis, 24 Sep 2026

RS Madani Beri Penjelasan soal Dugaan Kaki Perawat Menyentuh Dewan Ulfa Saat Penyuntikan

waktu baca 2 menit
Jumat, 11 Sep 2026 14:29 326 Admin 1

PALU PSNews.site – Pihak RS Madani memberikan klarifikasi terkait insiden yang melibatkan seorang perawat dan salah seorang anggota dewan, Ulfa, saat proses pelayanan medis di ruang perawatan.

Penanggung Jawab Bidang Umum sekaligus Humas RS Madani, Ferdiyansah,saat di temuai di ruang kerjanya pada tanggal  9 September 2026

** menjelaskan bahwa sebelum melakukan tindakan penyuntikan, petugas terlebih dahulu memastikan kembali identitas pasien.

Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya kesalahan pemberian obat.

Menurut Ferdi, saat tindakan berlangsung, posisi karpet atau tikar yang berada di sekitar tempat tidur pasien cukup berdekatan dengan posisi pasien.

Petugas medis yang melakukan tindakan juga disebut telah menggunakan sarung tangan.

“Bahwa sebelum melakukan tindakan penyuntikan, memastikan ulang apakah benar pasien agar tidak terjadi kesalahan pemasukan obat,” ujar Ferdiyansah, Jumat (11/ 9/2026).

Ia menjelaskan, ketika pasien yang disebut sebagai Ibu Ulfa bangun dan memperbaiki jilbabnya, posisi karpet yang berada di dekat tempat tidur membuat petugas mengalami kesulitan untuk bergerak.

Petugas kemudian berinisiatif memasukkan kakinya ke bawah karpet agar tidak menginjak bagian karpet yang berada di sekitar pasien.

Namun, karena posisi karpet tersebut tetap sulit untuk dipindahkan, petugas akhirnya menginjak sedikit bagian pinggir karpet saat melakukan penyuntikan.

“Beliau (Ibu Ulfa) langsung bangun memperbaiki jilbabnya karena tikar atau karpetnya sangat berdekatan dengan tempat tidur pasien.

Sementara petugas kami sudah menggunakan sarung tangan, makanya dia mengambil inisiatif memasukkan kakinya di bawah karpet agar tidak diinjak,” jelasnya.

Ferdiyansah menambahkan, karena kondisi karpet tetap sulit, petugas kemudian menginjak sedikit bagian pinggir karpet dan melakukan tindakan penyuntikan.

Dalam proses tersebut, kaki petugas disebut mengenai kaki Ibu Ulfa.

Saat ditanyakan mengenai identitas perawat yang diduga menyentuh kaki anggota dewan tersebut, Ferdiyansah mengaku belum mengetahui nama perawat bersangkutan.

Ia beralasan nama perawat tersebut cukup sulit disebut sehingga belum dapat menyampaikan identitasnya kepada media.

Pihak RS Madani menegaskan bahwa tindakan medis tersebut dilakukan dalam rangka memberikan pelayanan kepada pasien dan memastikan proses pemberian obat berlangsung sesuai prosedur.

Klarifikasi tersebut disampaikan pihak rumah sakit sebagai penjelasan atas kejadian yang menjadi perhatian, sekaligus untuk meluruskan informasi mengenai tindakan petugas medis saat memberikan pelayanan kepada pasien. ** ( Tzr )

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA