PALU – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di SMP Negeri 9 Palu terus berlangsung dengan antusiasme masyarakat yang cukup tinggi. Memasuki hari ketiga pendaftaran, jumlah calon peserta didik yang telah mendaftar mencapai sekitar 270 orang.
Kepala SMP Negeri 9 Palu, La Ntowagi, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa proses penerimaan siswa baru dilaksanakan sesuai ketentuan dan prosedur yang telah ditetapkan pemerintah melalui jalur domisili, prestasi, afirmasi, dan mutasi.
“Penerimaan siswa baru di SMP Negeri 9 Palu saat ini memasuki hari ketiga. Alhamdulillah seluruh proses berjalan sesuai prosedur yang berlaku, dengan komposisi jalur domisili sebesar 40 persen, prestasi 35 persen, afirmasi 20 persen, dan mutasi 5 persen,” ujar La Ntowagi ,kamis.25/06/2026
Menurutnya, untuk jalur domisili, sistem seleksi dilakukan berdasarkan wilayah dan jarak tempat tinggal calon peserta didik dengan sekolah. Beberapa wilayah yang menjadi area irisan SMP Negeri 9 Palu antara lain Kelurahan Birobuli Utara, Birobuli Selatan, serta Tatura Utara yang berbatasan dengan wilayah layanan sekolah lain.
“Dalam pelaksanaannya, seluruh proses seleksi dilakukan oleh sistem. Sekolah hanya menerima hasil seleksi sesuai jalur yang telah ditentukan. Jika jumlah pendaftar melebihi kuota, maka sistem akan menentukan berdasarkan jarak terdekat dengan sekolah,” jelasnya.
La Ntowagi mengungkapkan bahwa calon peserta didik diberikan dua pilihan jalur pendaftaran, yakni domisili dan prestasi. Apabila tidak lolos pada jalur domisili karena kuota telah terpenuhi, sistem akan mengalihkan ke jalur prestasi apabila peserta memiliki dokumen pendukung yang memenuhi syarat.
“Untuk jalur prestasi, peserta harus melengkapi dokumen prestasi akademik maupun non-akademik. Sementara bagi yang memiliki dokumen Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Indonesia Pintar (KIP), atau dokumen pendukung lainnya, dapat diarahkan ke jalur afirmasi,” terangnya.
Selain itu, SMP Negeri 9 Palu juga menerima peserta didik melalui jalur mutasi, khususnya bagi anak-anak yang orang tuanya berpindah tugas dari daerah lain. Sejumlah pendaftar jalur mutasi tercatat berasal dari luar Kota Palu maupun dari kabupaten lain.
Pada tahun ajaran baru ini, SMP Negeri 9 Palu menyiapkan 11 rombongan belajar (rombel) dengan total daya tampung sebanyak 352 siswa.
Terkait kendala yang dihadapi selama proses pendaftaran, La Ntowagi menilai tidak ada persoalan yang bersifat mendasar. Kendala yang muncul umumnya bersifat teknis, seperti data peserta didik yang belum tersinkronisasi dalam sistem Dapodik atau calon peserta yang belum memiliki akun pendaftaran.
“Alhamdulillah sampai saat ini tidak ada kendala yang berarti. Yang ada hanya persoalan teknis seperti data siswa yang belum ditarik dari Dapodik atau akun yang belum aktif. Kami terus melakukan pendampingan kepada masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan bahwa pihak sekolah secara aktif melakukan pemantauan terhadap seluruh tahapan penerimaan peserta didik baru. Koordinasi juga terus dilakukan bersama Dinas Pendidikan Kota Palu, pengelola aplikasi, serta pihak kementerian untuk memastikan pelaksanaan SPMB berjalan lancar.
“Komunikasi dan sinkronisasi terus kami lakukan melalui grup informasi SPMB Kota Palu agar setiap persoalan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti sesuai prosedur,” tambahnya.
La Ntowagi menjelaskan bahwa masa pendaftaran akan berakhir pada 28 Juni 2026. Setelah itu akan dilaksanakan proses verifikasi selama dua hari sebelum pengumuman hasil seleksi yang dijadwalkan pada 3 Juli 2026.
Di akhir wawancara, ia berharap sistem aplikasi SPMB yang saat ini telah berjalan dengan baik dapat terus disempurnakan, terutama dari sisi pemahaman masyarakat terhadap mekanisme pendaftaran berbasis digital.
“Menurut saya aplikasinya sudah bagus. Ke depan mungkin hanya perlu peningkatan sosialisasi kepada masyarakat agar lebih memahami tata cara penggunaannya. Sebagian besar kebingungan yang muncul sebenarnya karena kurangnya pemahaman terhadap sistem yang digunakan,” pungkasnya.
Tidak ada komentar