MENU Kamis, 24 Sep 2026

Jalan Desa Taripa 1 Kilometer Belum Tersentuh Perbaikan, Kades: Semoga Jadi Perhatian

waktu baca 2 menit
Minggu, 20 Sep 2026 07:36 130 Admin 1

DONGGALA PSNews.site – Persoalan infrastruktur masih menjadi salah satu pekerjaan rumah yang dihadapi Pemerintah Desa Taripa, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.Minggu 20/09/2026

Saat ditemui media ini,Kepala Desa Taripa, Anton H, mengungkapkan bahwa sejak dirinya menjabat sekitar 10 tahun terakhir, masih terdapat ruas jalan desa sepanjang kurang lebih satu kilometer yang belum tersentuh perbaikan.

Menurut Anton, keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala dalam memenuhi seluruh kebutuhan pembangunan yang diusulkan masyarakat.

Kondisi tersebut membuat pemerintah desa harus menentukan skala prioritas dalam setiap penggunaan anggaran.

Selain persoalan jalan, Pemerintah Desa Taripa juga menjalankan sejumlah program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, termasuk bantuan rumah layak huni.

Untuk tahun 2026, terdapat program pembangunan atau peningkatan rumah bagi warga.

Salah satu sumber pembiayaan juga berasal dari dukungan program pemerintah daerah, termasuk Program Berani.

Anton menyebut, sebelumnya pemerintah desa juga telah mengusulkan sejumlah bantuan untuk kebutuhan masyarakat, termasuk penerangan dan program perumahan.

Dalam bidang sosial, pemerintah desa juga masih menghadapi kebutuhan warga yang cukup beragam.

Salah satunya bantuan pangan berupa beras yang diterima masyarakat secara berkala.

Sementara di sektor ketahanan pangan, Desa Taripa mendorong kegiatan pertanian dengan mengembangkan tanaman cabai.

Selain itu, terdapat kegiatan peternakan yang dilaksanakan secara berkelompok.

Untuk pengembangan peternakan, pemerintah desa menekankan pentingnya ketersediaan lahan bagi kelompok penerima manfaat.

Rencananya, lahan tersebut akan dimanfaatkan secara bersama untuk mendukung peningkatan ekonomi masyarakat.

Anton mengatakan, kebijakan anggaran yang terus mengalami penyesuaian turut menjadi tantangan bagi pemerintah desa dalam melaksanakan program pembangunan.

Bahkan, menurutnya, adanya pemangkasan anggaran membuat pemerintah desa harus melakukan penyesuaian terhadap sejumlah kegiatan dan belanja desa.

“Kami berharap anggaran kembali normal sehingga kebutuhan masyarakat yang selama ini menjadi prioritas dapat dipenuhi,” ujar Anton.

Ia juga berharap sektor perkebunan, khususnya komoditas kakao, kembali mendapat perhatian karena menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat Desa Taripa.

Namun, selain sektor pertanian dan perkebunan, persoalan infrastruktur jalan tetap menjadi perhatian utama masyarakat.

Anton berharap pemerintah daerah dapat melihat kondisi jalan desa yang belum mendapatkan perbaikan tersebut sehingga akses masyarakat dapat semakin baik.

“Harapan kami, jalan desa juga mendapat perhatian karena ini kebutuhan masyarakat,” katanya.

Pemerintah Desa Taripa, lanjutnya, akan terus berupaya mengusulkan kebutuhan pembangunan berdasarkan skala prioritas dan kemampuan anggaran yang tersedia.

Dengan keterbatasan fiskal desa, dukungan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dinilai diperlukan agar kebutuhan dasar masyarakat, terutama infrastruktur jalan, perumahan, pertanian dan pemberdayaan ekonomi, dapat ditangani secara bertahap.

Liputan,Tim

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA