MENU Sabtu, 08 Agu 2026

Pascagempa M 6,7, BPBD Palu Perkuat Mitigasi dan Edukasi Kebencanaan

waktu baca 3 menit
Rabu, 1 Jul 2026 16:29 251 Admin 1

PALU PSNews.Site – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu memastikan kondisi di wilayah Kota Palu tetap aman dan terkendali meskipun aktivitas gempa susulan pascagempa Magnitudo 6,7 pada 17 Juni 2026 masih terus berlangsung. Hingga saat ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mencatat lebih dari 1.800 kali gempa susulan dengan kekuatan yang bervariasi.

 

Kepala BPBD Kota Palu,Presly Tampubolon, S.E , mengatakan jumlah gempa susulan terus mengalami peningkatan. Jika pada 19 Juni tercatat sekitar 890 kejadian, kini jumlahnya telah melampaui 1.800 kali. Namun, mayoritas gempa yang terjadi berkekuatan kecil sehingga menunjukkan proses pelepasan energi dari sesar aktif masih berlangsung secara bertahap.

 

“Fenomena ini menunjukkan adanya pelepasan energi dari sesar-sesar aktif yang berada di wilayah Sigi dan saling berkaitan dengan sistem sesar hingga ke wilayah Parigi. Di satu sisi kita bersyukur karena energi terus dilepaskan dan kecenderungan magnitudonya semakin kecil,” ujar Presli.

 

Setelah gempa utama terjadi, Pemerintah Kota Palu bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) langsung melakukan pendataan dan asesmen terhadap dampak yang ditimbulkan. Hasilnya, sejumlah rumah warga, gedung perkantoran, serta fasilitas umum mengalami kerusakan ringan.

 

Perhatian khusus juga diberikan terhadap kondisi beberapa jembatan di Kota Palu. Berdasarkan hasil pemeriksaan tenaga ahli, ditemukan retakan pada bagian kaki jembatan yang memerlukan penguatan struktur (retrofitting) guna menjamin keselamatan pengguna jalan.

 

Presli menjelaskan, proses penanganan infrastruktur tersebut akan dikoordinasikan oleh Dinas Pekerjaan Umum bersama Dinas Perhubungan. Kedua instansi akan menyiapkan rekayasa lalu lintas selama proses perbaikan berlangsung. Adapun jadwal pekerjaan masih menunggu hasil perencanaan teknis.

 

Meski aktivitas gempa susulan masih terjadi, Pemerintah Kota Palu memutuskan belum menetapkan status tanggap darurat. Keputusan tersebut diambil karena hasil asesmen menunjukkan kerusakan yang terjadi masih berada pada kategori ringan dan tidak menimbulkan dampak luas.

 

BPBD juga terus memperkuat edukasi dan penyebaran informasi kepada masyarakat melalui media massa, media sosial, serta jaringan pemerintah mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan, kelurahan, hingga tingkat RT dan RW. Langkah ini dilakukan untuk menangkal informasi palsu yang dapat memicu keresahan di tengah masyarakat.

 

“Kami mengimbau masyarakat agar hanya mempercayai informasi resmi yang dikeluarkan BMKG, BPBD, maupun pemerintah. Jangan mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas sumbernya karena dapat menimbulkan kepanikan,” tegas Presly Tampubolon

 

Ia juga menegaskan bahwa berbagai isu mengenai penetapan status tanggap darurat maupun kabar yang menyebut Kota Palu berada dalam kondisi berbahaya adalah informasi yang tidak benar. Seluruh isu tersebut telah diklarifikasi oleh pemerintah.

 

Sebagai bagian dari penguatan mitigasi bencana, BPBD Kota Palu akan menjalankan Program Keluarga Tangguh Bencana bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Program ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan setiap keluarga dalam mengenali potensi bencana, memahami jalur evakuasi, serta mampu melakukan penyelamatan mandiri saat terjadi keadaan darurat.

 

Selain itu, BPBD mengingatkan masyarakat agar tidak panik ketika mendengar sirene peringatan dini tsunami yang dibunyikan setiap tanggal 26 setiap bulan. Kegiatan tersebut merupakan simulasi rutin sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang telah disepakati bersama BMKG sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.

 

“Kota Palu memiliki tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi. Karena itu masyarakat harus memahami potensi ancaman di lingkungannya masing-masing. Dengan kesiapsiagaan yang baik, masyarakat akan mampu bertindak cepat, melakukan evakuasi secara mandiri, dan tidak mudah panik saat bencana terjadi,” pungkas Presly Tampubolon

 

Liputan : Agl

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA