MENU Senin, 19 Okt 2026

Camat Tanantovea Imbau Warga Waspada Kebakaran Hutan dan Lahan, Perkuat Koordinasi Penanganan Karhutla

waktu baca 3 menit
Senin, 12 Okt 2026 03:54 179 Admin 1

DONGGALA PSNews.site – Pemerintah Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, terus meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpotensi melanda sejumlah wilayah akibat kondisi cuaca panas dan minimnya curah hujan.Senin,12/10/26

Camat Tanantovea, Anwar Pali, S.Kom.,saat di temui di Ruangkerjanya  menegaskan bahwa pihaknya telah memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta unsur terkait guna memastikan penanganan kebakaran dapat dilakukan secara cepat dan efektif.

Menurut Anwar, dalam beberapa waktu terakhir telah terjadi kebakaran di sejumlah titik, termasuk wilayah Desa Wani dan sekitarnya. Namun, berkat koordinasi yang baik antarpihak, penanganan dapat segera dilakukan sehingga kebakaran tidak semakin meluas.

“Kami terus membangun koordinasi dengan pemerintah desa, BPBD, dan seluruh unsur terkait. Setiap ada laporan kebakaran, kami langsung merespons agar penanganannya tidak terlambat,” ujar Anwar.

Ia menjelaskan, sejumlah desa di Kecamatan Tanantovea memiliki tingkat kerawanan kebakaran cukup tinggi karena berdekatan dengan kawasan hutan dan permukiman masyarakat.

Beberapa wilayah yang menjadi perhatian pemerintah kecamatan antara lain Desa Wani, Desa Pabomba, dan Desa Wombo.

Mengantisipasi kondisi tersebut, Anwar telah menginstruksikan seluruh kepala desa agar secara rutin menyampaikan imbauan kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan, terutama saat musim kemarau.

Imbauan tersebut juga disampaikan melalui kegiatan keagamaan, termasuk setiap pelaksanaan salat Jumat di masjid-masjid.

“Saya sudah memerintahkan para kepala desa agar setiap Jumat terus mengingatkan masyarakat untuk tidak membakar hutan dan lahan. Pencegahan harus dilakukan bersama karena dampak kebakaran sangat merugikan,” tegasnya.

Selain pembakaran lahan, Anwar turut menyoroti kebiasaan sebagian masyarakat membakar sampah tanpa memperhitungkan kondisi angin dan lingkungan sekitar.

Menurutnya, tindakan tersebut berpotensi memicu kebakaran yang lebih luas, terutama ketika vegetasi mengering akibat cuaca panas berkepanjangan.

“Masyarakat harus berhati-hati ketika membakar sampah. Jangan sampai api yang dianggap kecil justru merambat dan menyebabkan kebakaran besar,” imbaunya.

Dorong Pelaksanaan Salat Istisqa untuk Memohon Hujan.

Menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu, Pemerintah Kecamatan Tanantovea juga mendorong masyarakat melaksanakan salat Istisqa sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan.

Anwar menyebutkan, salah satu desa telah merencanakan pelaksanaan salat meminta hujan. Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan di desa-desa lainnya, bahkan memungkinkan untuk dipusatkan di ibu kota kecamatan.

Menurutnya, meskipun hujan terkadang turun pada malam hari di beberapa wilayah Tanantovea, intensitasnya masih relatif rendah dan belum cukup membasahi lahan yang mengalami kekeringan.

“Kadang siang hari panas sekali, kemudian malamnya turun hujan di beberapa desa. Namun, hujannya belum cukup untuk membasahi tanah. Karena itu, kita berharap curah hujan segera meningkat,” ungkapnya.

Anwar menegaskan, pemerintah kecamatan akan terus meningkatkan kesiapsiagaan dan memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat berperan aktif dalam pencegahan dengan tidak membuka lahan menggunakan api, menghindari pembakaran sampah sembarangan, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.

“Kami berharap masyarakat bersama pemerintah desa terus meningkatkan kewaspadaan. Pencegahan merupakan tanggung jawab bersama agar kebakaran hutan dan lahan tidak kembali terjadi,” pungkasnya.

Liputan , Tzr

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA