PALU – PSNews.site – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah merespons aspirasi masyarakat yang disampaikan dalam aksi demonstrasi terkait kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang dinilai berdampak terhadap aktivitas dan kebutuhan masyarakat.
Asisten II Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Rudi Dewanto, S.E., M.M., menemui langsung massa aksi dan menerima aspirasi yang disampaikan masyarakat.
Rudi Dewanto menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang datang secara langsung untuk menyampaikan hak aspirasinya kepada pemerintah.
Menurutnya, penyampaian aspirasi secara langsung merupakan bentuk perhatian dan kepedulian masyarakat terhadap persoalan yang tengah dihadapi.
“Kami sangat senang bapak-bapak dan ibu-ibu serta rekan-rekan semuanya bisa menyuarakan dan menyampaikan aspirasi. Kedatangan bapak-bapak sekalian menunjukkan perhatian terhadap persoalan yang ada,” ujar Rudi Dewanto.
Ia berharap aspirasi tersebut menjadi pintu masuk bagi pemerintah untuk segera melakukan koordinasi dan mencari solusi atas persoalan kelangkaan solar yang disampaikan masyarakat.
Sementara itu, dari unsur DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Ketua Badan Kehormatan (BK) sekaligus Anggota Komisi III DPRD Sulteng, Ir. H. Musliman, M.M., turut menemui massa aksi secara langsung.
Musliman menegaskan bahwa DPRD mengapresiasi masyarakat yang menyampaikan aspirasi, khususnya persoalan yang berkaitan dengan kebutuhan dan kepentingan masyarakat luas.
Menurutnya, aspirasi yang disampaikan masyarakat akan menjadi bahan bagi DPRD dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap pemerintah dan instansi terkait.
Ia menjelaskan, pimpinan DPRD saat itu sedang menerima tamu dan baru saja menyelesaikan agenda rapat. Namun, dirinya tetap turun langsung menemui massa aksi untuk memastikan aspirasi masyarakat dapat diterima secara langsung.
“Secara kelembagaan DPRD tentu ada bagian dari perjalanan, baik informasi maupun aspirasi yang bapak sampaikan. Oleh karena itu, teman-teman eksekutif dan siapa pun yang berwenang tentang persoalan ini harus segera mengambil langkah,” tegas Musliman.
DPRD, kata dia, tidak menginginkan persoalan kelangkaan solar tersebut berlarut-larut tanpa kejelasan dan penyelesaian.
Jika diperlukan, DPRD akan menggunakan kewenangannya untuk memanggil pihak-pihak terkait guna meminta penjelasan sekaligus memastikan adanya langkah konkret dalam menangani persoalan tersebut.
“Jangan sampai kondisi ini terus-menerus berkepanjangan. Panggil lembaga-lembaga terkait, undang secara bersama-sama dalam rapat agar persoalan ini segera diputuskan dan ada kepastian informasi kepada masyarakat,” katanya.
Musliman juga menyatakan DPRD membuka kemungkinan meminta keterangan langsung kepada Gubernur Sulawesi Tengah apabila persoalan tersebut belum menemukan titik penyelesaian.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan adanya sikap pemerintah daerah yang jelas serta tindak lanjut terhadap aspirasi masyarakat.
“Kalau tidak bisa diselesaikan, DPRD dapat meminta keterangan berkaitan dengan persoalan ini. Harapannya, persoalan ini tidak berlarut-larut dan segera mendapatkan penyelesaian,” ujarnya.

Dalam aksi tersebut, masyarakat juga menyampaikan sejumlah aspirasi lainnya yang berkaitan dengan kendaraan serta kebutuhan masyarakat yang selama ini menjadi perhatian.
Pertemuan antara masyarakat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan DPRD tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk mencari solusi bersama terhadap persoalan kelangkaan solar.
Pemerintah daerah dan DPRD diharapkan segera menindaklanjuti aspirasi tersebut melalui koordinasi dengan seluruh pihak terkait, sehingga masyarakat memperoleh kepastian informasi dan solusi atas persoalan yang mereka hadapi.
Liputan: Tzr
Editor : Safrudin
Tidak ada komentar