MENU Sabtu, 08 Agu 2026

Wali Kota Palu Dukung Riset ITB–Untad untuk Perkuat Pasar Tenun Palu dan Donggala Berbasis Digital

waktu baca 3 menit
Rabu, 8 Jul 2026 10:11 96 Admin 1

PALU PSNews.site – Wali Kota Palu, H. Hadianto Rasyid, SE menerima audiensi tim peneliti dari Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama Universitas Tadulako (Untad) di Rumah Jabatan Wali Kota Palu, Rabu (8/7/2026).

 

Pertemuan tersebut membahas rencana penelitian mengenai penguatan pasar tenun khas Sulawesi Tengah, khususnya tenun Palu dan tenun Donggala.

 

Riset kolaboratif antara SBM ITB dan Universitas Tadulako itu bertujuan merumuskan strategi pengembangan pasar bagi produk tenun lokal agar mampu memperkuat pelestarian warisan budaya sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ketua Riset PPMI SBM ITB, Santi Novani, menjelaskan bahwa Kota Palu dipilih sebagai lokasi penelitian karena memiliki kekayaan budaya berupa tenun tradisional yang bernilai historis tinggi dan menyimpan potensi ekonomi besar apabila dikelola melalui pendekatan bisnis yang tepat.

 

“Kami dari Sekolah Bisnis dan Manajemen ITB hadir untuk meminta dukungan Bapak Wali Kota karena saat ini kami bersama Universitas Tadulako sedang melakukan riset penguatan pasar tenun di Kota Palu,” ujar Santi.

 

Dalam penelitian tersebut, tim akademisi juga mengembangkan platform digital Sadulur, yang dalam bahasa Sunda berarti “keluarga”. Platform tersebut dirancang sebagai ruang digital yang menghubungkan pelaku UMKM tenun dengan pasar yang lebih luas sekaligus menjadi pusat dokumentasi berbagai motif tenun khas Sulawesi Tengah.

 

Melalui platform itu, berbagai motif tenun seperti motif Ubi, Kelor, Bomba, dan beragam motif khas lainnya akan didokumentasikan secara digital untuk menjaga kelestariannya sekaligus memperkenalkannya kepada masyarakat yang lebih luas.

 

“Melalui platform Sadulur, kami ingin membantu para pelaku UMKM mengembangkan usahanya sekaligus mendokumentasikan kekayaan motif tenun agar semakin dikenal masyarakat,” jelasnya.

 

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Hadianto Rasyid menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara kalangan akademisi dan pemerintah daerah dalam mendukung pelestarian budaya yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Hadianto, penelitian yang berorientasi pada pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya merupakan langkah strategis yang perlu mendapat dukungan dari seluruh pemangku kepentingan.

 

Pemerintah Kota Palu, kata Hadianto, siap memfasilitasi pelaksanaan penelitian melalui penyediaan data yang dibutuhkan serta memperkuat koordinasi dengan perangkat daerah dan berbagai pihak terkait dalam pengembangan industri tenun daerah.

 

Sementara itu, Santi Novani mengaku mengapresiasi sambutan positif yang diberikan Wali Kota Palu.

 

Menurutnya, dukungan tersebut tidak hanya memperlancar proses penelitian, tetapi juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah.

 

“Kami sangat senang karena Pak Wali memberikan respons yang sangat positif. Beliau siap mendukung melalui data-data yang dibutuhkan maupun menghubungkan kami dengan para stakeholder terkait. Bahkan beliau juga mendorong kami untuk terus memberikan masukan bagi pengembangan Kota Palu,” tuturnya.

 

Melalui sinergi antara Pemerintah Kota Palu, Institut Teknologi Bandung, Universitas Tadulako, dan para pelaku UMKM, diharapkan tenun Palu dan tenun Donggala semakin berkembang sebagai produk unggulan Sulawesi Tengah yang mampu memperkuat identitas budaya daerah sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Editor : R

Sumber : Tim Kominfo Kota Palu

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA